Translate Language

Amanat Bloger

-> Selamat Datang Kami Ucapkan Bagi Para Pengunjung yg Telah Masuk Keblog Ini
-> Marilah Kita Tingkatkan Silaturahim Diantara Kita & Saling Berbagi Ilmu Untuk Kebaikan
-> Terima Kasih Atas Kunjunganya Semoga Bisa Mengambil Manfaatnya Bagi Kita Semua

Kisah Nabi Zakaria & Yahya AS

Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad. (1) (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, (2) yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (3) Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. (4) Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, (5) yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”. (6)
*mawali : Yang dimaksud oleh Zakaria dengan mawali ialah orang-orang yang akan mengendalikan dan melanjutkan urusannya sepeninggalnya.Yang dikhawatirkan Zakaria ialah kalau mereka tidak dapat melaksanakan urusan itu dengan baik, karena tidak seorangpun diantara mereka yang dapat dipercayainva, oleh sebab itu dia meminta dianugerahi seorang anak.
Terkabulnya Do’a Zakariya Sebagai Bukti Kekuasaan Allah Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (7) Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”. (8) Tuhan berfirman: “Demikianlah”. Tuhan berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”. (9) Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda”. Tuhan berfirman: “Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat”. (10) Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang. (11)

Pengangkatan Yahya sebagai Nabi dan Sifat-sifat Keutamaannya
Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu [pelajarilah Taurat itu, amalkan isinya, dan sampaikan kepada umatmu] dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah [yaitu, kenabian atau pemahaman Taurat dan pendalaman agama] selagi ia masih kanak-kanak, (12) dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, (13) dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. (14) Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. (15)
 

Nabi Zakaria AS
Zakaria adalah keturunan Sulaiman. Ia dan istrinya, Isya, membaktikan diri untuk menjaga Baitul Maqdis -rumah ibadah peninggalan Sulaiman di Yerusalem. Ia terus menyeru kaum kerabatnya, orang-orang Yahudi, yang telah meninggalkan ajaran para nabi terdahulu untuk kembali ke ajaran yang benar. Namun ajakannya tak banyak diikuti kaumnya sampai Zakaria berusia lanjut.

Hingga saat itu, Zakaria belum punya anak yang sangat ia dambakan. Ia kemudian mengangkat Maryam, anak seorang salih bernama Imran. Imran adalah kakak Isya, dengan demikian Maryam juga keponakan istri Zakaria. Imran dibunuh oleh orang Yahudi lainnya. Maryam yang masih bocah pun diperebutkan banyak keluarga untuk dipungut sebagai anak. Zakaria berhasil mendapatkan Maryam setelah memenangkan undian.


Oleh Zakaria, Maryam dibangunkan kamar di Baitul Maqdis. Di sanalah Maryam tinggal dan bermunajat kepada Allah. Kegiatan sehari-hari Maryam adalah membersihkan rumah Allah tersebut. Suatu hari, Zakaria terkejut mendapati buah-buahan di luar musimnya berada di kamar Maryam. Maryam menyatakan pada Zakaria bahwa buah-buahan itu berasal dari Allah.

Zakaria terus berdoa agar dikaruniai keturunan. Allah mengabulkan doa tersebut, dan mengabarkan akan memberi Zakaria seorang anak. Zakaria sempat terkejut. Bagaimana mungkin ia dan istrinya yang sudah sangat tua dapat dikaruniai anak. Ketika itu diperkirakan Zakaria telah berusia lebih dari 100 tahun. Akhirnya keluarga Zakaria memang dikarunia keturunan yang akan melanjutkan tugas dakwahnya, yakni Yahya.
 
Nabi Yahya AS
 
Yahya adalah anak kepada Nabi Zakaria A.S. Kelahirannya merupakan keajaiban karena baginda dilahirkan oleh seorang wanita yang telah lama didapati mandul dan bapa yang sudah tua. Dalam keadaan yang hampir berputus asa, Nabi Zakaria A.S. yang sudah berumur, berdoa kepada Allah s.w.t. supaya mengurniakan seorang anak lelaki yang boleh menjadi pewaris, penyampai ajaran agama Allah. Doanya telah dimakbulkan serta merta.
 “Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi khabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (Maryam, 19: 7)
 
Nabi Yahya A.S. telah diberi tugas yang mulia yaitu memimpin manusia ke jalan kebenaran. Baginda mengajak orang lain untuk percaya dengan sepenuhnya kepada Allah s.w.t. Baginda hidup dalam kelompok masyarakat yang suka merendah-rendahkan orang lain. Baginda seorang yang tidak sombong dan selalu menghabiskan sebahagian besar kehidupannya di dalam hutan. Baginda juga seorang yang suci dan begitu mentaati kedua orang tuanya. Firman Allah yang bermaksud:
“Hai Yahya, ambillah Al-kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak dan rasa belas kasihan yang mendalam dan sisi kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali” (Maryam, 19: 12-15).

Nabi Yahya A.S. berpindah ke padang pasir Judea. Baginda berpakaian jubah yang diperbuat daripada bulu unta. Baginda hanya makan makanan ringkas dan madu liar. Khutbah baginda meninggalkan kesan yang sangat hebat dan ramai orang datang berduyun untuk mendengar misi yang disampaikan. Seluruh penduduk di kawasan Jordan telah memeluk agama Allah dan mengikut ajaran baginda.

Nabi Yahya A.S. adalah nabi yang terdahulu daripada Nabi Isa A.S. Keduanya adalah saudara sepupu yang sezaman. Baginda saat taat melaksanakan misinya sehingga ke akhir hayat. Seorang pemertintah Roman, Herod Antipas adalah pemerintah Galilee. Dia menjalinkan hubungan sulit dengan Herodias, isteri kepada saudara lelakinya Herod Philip. Nabi Yahya A.S. telah menasihatinya supaya meninggalkan perbuatan tersebut namun tidak dihiraukan oleh raja tersebut.

Suatu hari, Herod Antipas telah mengadakan satu majlis keramaian. Herodias memberi kebenaran kepada anaknya, Salome untuk menari dalam majlis tersebut. Raja tersebut amat tertarik dengan persembahan gadis tersebut. Maka dia memberitahu bahawa dia akan menunaikan apa sahaja permintaan Salome. Dengan segera, Salome meminta dibawakan kepadanya kepala Nabi Yahya A.S. Herod terpaksa menunaikan janjinya kerana tidak dapat memikirkan alternatif lain. Jadi, Nabi Yahya A.S. dipancung atas hasutan ibu Salome, gadis yang dicintainya. Makam baginda ditempatkan di Masjid Umayyah di Syria.
 

Tidak ada komentar: